
Teori Behavioral dapat menangani kompleksitas masalah klien, mulai dari kegagalan individu untuk merespons secara adaptif hingga mengatasi neurosis. Konseling behavioral memiliki asumsi dasar bahwa setiap tingkah laku dapat dipelajari, tingkah laku lama dapat diganti dengan tingkah laku yang baru, dan manusia Adapun teori-teori dari tokohnya yaitu:
- Classical Conditioning. Merupakan teori yang pertama yang ditemukan oleh Ivan Petrovich Pavlov. Hasil penelitiannya yang terkenal adalah tentang refleks berkondisidengan sebutan kondisioning klasik. Penelitiannya menggunakan anjing yang lapar dalam tempat yang kedap suara. Selanjutnya,Pavlov mencoba menerapkan hal yang sama pada monyet, dan manusia. Kemudian pada tahun 1950, Pavlov Classical Conditioning dan Hullian Learning Theory digunakan oleh Joseph Wolpe dan Arnold Lazarus di Afrika Utara dan Hans Eysenck di Inggris dalam membantu menyembuhkan phobia di area kedokteran.
- Operant Conditioning. Merupakan teori kedua. Tokoh pertama yaitu E.L. Thorndike. Prinsip operant conditioning yaitu reinforcer diasosiasikan dengan respon, karena respons itu beroperasi memberi reinforcement. Kemudian muncullah Skinner yang berpendapat bahwa tingkah laku yang dikontrol berdasarkan prinsip ini memiliki asumsi bahwa perubahan tingkah laku diikuti dengan konsekuensi.
- Cognitive. Merupakan salah satu teori yang beranggapan bahwa adanya gangguan tingkah laku, bisa disebabkan oleh proses belajar yang salah. Perilaku itu dapat diubah dengan mengubah lingkungan lebih positif.
- Berfokus pada tingkah laku yang tampak atau spesifik
- Cermat dan jelas dalam menguraikan treatment
- Perumusan prosedurnya dilakukan secara spesifik dan sesuai masalah klien.
- Penafsiran hasil terapi dilakukan secara objektif
- Manusia bukanlah individu yang baik atau jahat sehingga memiliki kemampuan untuk berperilaku baik atau jahat.
- Manusia dapat mengonseptualisasikan dan mengontrol perilakunya sendiri.
- Manusia dapat memperoleh perilaku yang baru
- Perilaku manusia dapat mempengaruhi atau dipengaruhi oleh perilaku orang lain